Pages

Jumat, 22 Maret 2013

Proyeksi Pemeriksaan Shoulder Joint


Proyeksi Pemeriksaan Shoulder Joint ada 9 yaitu


  1. AP Eksorotasi
  2. AP Endorotasi
  3. AP Neutral
  4. AP External Rotasi :Shoulder (Non Trauma)
  5. AP-Internal Rotasi : Shoulder (Non Trauma)
  6. Inferosuperior Axial : Shoulder (Non Trauma)
  7. Posterior Obliq - Glenoid cavity : Shoulder (Non Trauma)
  8. Tangensial-Intertubercular (Bicipital) Groove : Shoulder (Non Trauma)
  9. AP-Neutral Rotation : Shoulder (Trauma)
  10. Transthoracic Lateral : Shoulder (Trauma)
Tetapi untuk Proyeksi pemeriksaan yang sering dilakukan di Rumah Sakit hanya AP Eksorotasi dan Endorotasi saja.
Untuk Klinisnyah yaitu : Fraktur, Osteoarthtitis, Rhematoid Arthritis, dan Dislokasi.

Proyeksi Pemeriksaan AP Eksorotasi 

  • PP (Posisi Pasien) = Posisikan Pasien Berdiri (Erect) atau Tiduran (Supine) dengan tangan dalam posisi AP
  • PO (Posisi Objek) = Posisikan Tangan supinasi dan Eksorotasikan selurung lengan pasien sehingga epicondylus sejajar dalam bidang kaset.
  • Ukuran Kaset = 124x30 Vertikal
  • CR = Tegak Lurus Horizontal
  • CP = Diantara Glenoid Fossa dan Caput Humerus (ScapuloHumeral joint)
  • Kolimasi = Atur Lapangan Penyinaran sehingga Shoulder Joint Terlihat
  • FFD = 100cm
  • Marker R/L

Kriteria Gambaran : Tampak Clavicula,Scapula,Coracoid Process, Scapulohumeral joint(Caput Humerus dan Glenoid Fossa) dan Distal Humerus.


Kriteria Evaluasi = Pada Proyeksi ini sendi bahu atau Shoulder Joint terbuka dan Tuberculum Minor berada di antara capur humeri dan Glenoid.


Proyeksi Pemeriksaan AP Endorotasi

  • PP(Posisi Pasien) = Pasien Berdiri (erect) atau Tiduran (Supine) dengan memfleksikan Elbow dan tangan di pinggang sehingga membentuk sudut atau merotasikan punggung tangan ke dalam dan menempel ke paha.
  • PO(Posisi Obejek) = Elbow Fleksi kira-kira 80 derajat atau Punggung tangan menempel pada paha kemudian atur lengan sehingga epicondylus tegak lurus bidang kaset.
  • Ukuran Kaset = 24x30 Vertikal
  • CR = Tegak Lurus Horizontal
  • CP = Antara Caput Humerus dan Glenoid Fossa (Scapulohumeral joint)
  • Kolimasi = Atur lapangan penyinaran sehingga Sendi bahu atau Shoulder Joint Terlihat.
  • FFD = 100cm
  • Marker = R/L

Kriteria Gambaran = Calvicula,Scapula,Coracoid process, akromion, dan sendi Scapulohumeral joint atau caput humerus dan Glenoid Fossa.


Kriteria Evaluasi : Pada Proyeksi ini Sendi bahu atau Scapulohumeral joint tertutup dan Tuberculum minor tampak pada gambaran di ujung medial.





0 komentar:

Posting Komentar

Dio Aditya Warman. Diberdayakan oleh Blogger.